CIRI ANAK PENGGUNA NARKOBA

Ciri umum anak pengguna narkoba

1. Merokok pada usia remaja dini2. Cenderung menarik diri dari acara keluarga dan lebih senang mengurung dikamar3. Bergaul dengan teman hingga larut malam bahkan jarang pulang kerumah4. Sering bersenang-senang di pesta, diskotek maupun kumpul di mall5. Mudah tersinggung, egois, dan tidak mau diusik oleh orang tua atau keluarga6. Menghindar dari tanggung jawab yang sesuai, malas menyelesaikan tugas rutin dirumah7. Prestasi belajar menurun, sering bolos atau terlambat kesekolah8. Perilaku mulai menyimpang seperti kenakalan remaja, mencuri, pergaulan seks bebas dan berkelompok dengan teman yang suka mabuk-mabukan

Remaja yang berisiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna Napza

Ciri-ciri remaja yang mempunyai risiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna Napza diantaranya :
– Kurang giat belajar atau malas
– Kurang cerdas (IQ 70-90)
– Sulit konsentrasi atau mudah terpengaruh
– Kurang percaya diri, rendah diri, citra diri negatif
– Mudah kecewa dan mudah agresif atau destruktif
– Hiperaktif dan bengal
– Mudah depresi
– Merokok sejak usia SD
– Suka berbohong, mencuri dan melawan tata tertib
– Suka hal-hal yang berbahaya
– Suka meberontak, melawan orang tua atau guru
– Identifikasi dan kabur atau tidak mantap
– Kurang keimanan

Sekapur sirih Napza dan Ancaman Bagi Kaum Remaja

Napza merupakan singkatan Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya yang bekerja pada pusat penghayatan kenikmatan otak sebagaimana kenikmatan sensasi, makan, dan stimulasi seksual. karena itu sering muncul dorongan kuat menggunakan Napza untuk memperoleh kenikmatan lahir dan batin atau euphoria.
Semakin luas Napza mempengaruhi pusat-pusat penghayatan kenikmatan seseorang maka semakin kuat pula potensi ketergantungan yang akan ditimbulkan

Pada umumnya Napza merupakan ancaman bagi kaum remaja mengapa? Karena remaja berusia 15 – 16 tahun sedang mengalami perkembangan fisik, psikologi maupun sosial yang pesat yang dapat merupakan pencetus remaja mencoba, menggunakan bahkan kecanduan Napza.

Pertumbuhan fisik yang cepat membentuk ciri utama yaitu mereka merasa sudah bukan anak kecil lagi namun sesungguhnya mereka belum dewasa baik secara mental, emosional maupun spiritual.
Mereka sangat ingin tampil layaknya orang dewasa bahkan ingin memperoleh identitas pribadi. Namun pada kenyataannya mereka mudah ikut trend dan terbawa teman dalam pergaulan sehari-hari. Apalagi bila orangtua terlalu menuntut tanggung jawabnya sebagai orang yang dewasa maka dapat menimbulkan kecemasan dan kebingungan dalam diri mereka.

Kemampuan intelektual yang berkembang pesat menimbulkan rasa ingin tahu mereka yang besar sekali termasuk ingin mencoba-coba Napza dan seks. Misalnya merokok dan menghisap ganja. Pada umumnya merekok dan minum alkohol dipandang sebagai lambing kedewasaan. Keinginan mengurangi ikatan secara emosional dengan orangtua membuat remaja sering berbohong terutama jika sedang menghadapi kesulitan (personal fable).
Bila faktor pengawasan orangtua amat berkurang maka gerak-gerik mereka kurang terawasi dengan baik.

Dalam menghadapi perubahan sosial khususnya dalam upaya melonggarkan ikatan orang tua, remaja kerap membutuhkan teman sebaya, termasuk lawan jenisnya. Remaja sangat bangga jika berkelompok walaupun ada aturan atau norma yang tidak baik yang sulit ditolaknya. Namun, walaupun berkelompok mereka belum memiliki mental yang kuat untuk menghadapi tekanan persaingan dan monotonnya kehidupan sehari-hari. Napza terlihat sangat menarik, menyenangkan dan seolah-olah menjadi jalan pintas untuk melarikan diri dari keadaan stress dan kebosanan sehari-hari.
Alkohol dan ganja tidak hanya digunakan untuk rekreasi akhir pecan namun juga dipakai sepanjang pekan. Begitu pula dengan shabu atau metamphetamine dan heroin sudah jadi akrab dan terkenal dikalangan remaja.

Orangtua yang ketat atau banyak memberi aturan dan larangan pada anak remajanya dapat menimbulkan sikap memberontak antara lain justru dengan menggunakan Napza yang sudah pasti dilarang orangtua.
Ciri-ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar untuk menjadi penyalahguna Napza :
§ Kurang giat belajar atau malas
Kurang cerdas (IQ : 70 – 90)
§
Kurang
§ percaya diri, rendah diri, citra diri negative
Sulit konsentrasi/mudah
§ terpengaruh.
Mudah kecewa dan menjadi agresif atau destruktif
§
§ Hiperaktif dan bengal
Mudah depresi
§
Merokok sejak usia SD
§
Suka
§ berbohong, mencuri, melawan tata tertib.
Suka hal-hal berbahaya
§
Suka
§ memberontak, melawan orangtua atau guru
Identifikasi diri kabur atau tidak
§ mantap
Kurang menghayati aspek keimanan.

Faktor orangtua yang ikut berperan menjadi pencetus remaja menjadi penyalahguna Napza adalah orangtua yang :
Kurang komunikatif dengan anak§
Terlalu menuruti kemauan anak
§ (permisif)
Terlalu mengatur dan menuntut anak berprestasi
§
Tidak
§ sepaham dalam hal mendidik anak
Tidak konsisten dengan janji-janji
§
§ Kurang harmonis, sering bertengkar, berselingkuh.
Kurang menanamkan etika
§ perilaku baik buruk, boleh atau tidak boleh dilakukan.
Ada anggota keluarga
§ lain yang juga menjadi penyalahguna Napza.

Lingkungan sekolah yang dapat mendorong terjadinya penyalahgunaan Napza antara lain :
Sekolah yang kurang

§ disiplin dan tidak tertib.
Sering tidak ada pelajaran pada waktu jam
§ sekolah.
Pelajaran yang diberikan membosankan.
§
Guru kurang pandai
§ mengajar.
Guru kurang pandai berkomunikasi dengan siswa.
§
Sekolah tidak
§ punya atau kurang memiliki fasilitas untuk menampung dan menyalurkan kreatifitas siswa.

Kondisi dalam masyarakat juga mempengaruhi perilaku remaja yang berkaitan dengan penyalahgunaan Napza. Faktor-faktor tersebut diantaranya :
§ Napza mudah diperoleh.
Harga Napza semakin murah
§
Adanya sikap tak acuh
§ sehingga seolah-olah membiarkan remaja menyalahgunakan Napza.

Sudah saatnya penanggulangan masalah Napza harus terpadu meliputi hal-hal :
1. Pengurangan suplai
(supply reduction)
penegakan hukum yang tegas terutama bagi para bandar dan pengedar Napza.

2. Pengurangan permintaan
(demand reduction)
Aneka penyuluhan dan pemberian informasi agar remaja tidak mencoba-coba Napza.

3. Pengurangan dampak buruk
(harm reduction)
Bagi mereka yang sudah terlanjur menjadi IDU (intervenous drug users) dengan menyediakan jarum-jarum suntik steril atau memberi penyuluhan cara-cara disinfeksi jarum suntik agar dapat membatasi penyebaran virus HIV. Namun sebaiknya segera berobat dan tidak lagi menyalahgunakan Napza.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: